Tempat Degun Menuliskan inspirasi yang ada di otaknya

Tak Akan Ada Kata Perubahan, Jika Kita Tidak Pernah Mau Untuk Berubah. Dan Perubahan Itu Harus Dimulai Dari Diri Kita


Perbedaan dalam Islam

Tidak ada komentar


Bismillahirrahmanirrahim,

Perbedaan dalam Islam

Kemarin, saya mengobrol dengan teman saya dan bosnya. Kami mengobrolkan tentang islam. Salah satu topic dalam islam yang kami senggol adalah perbedaan. Perbedaan dalam islam adalah hal yang istimewa. Mengapa istimewa ? karena jika kita menggunakan dan menghargai perbedaan dengan baik itu akan menjadi sesuatu yang sangat hebat, baik bagi islam dan bagi bangsa ini Indonesia. Tapi jika kita menggunakan dan menghargai perbedaan itu dengan tidak baik akan menjadi sebuah boomerang bagi semua.
Dalam islam, perbedaan sudah sangat jelas terlihat dengan adanya mazhab-mazhab dan pendapat yang berbeda tentang suatu hal. Dalam fiqih, ada ulama syafi’iah, hanafiah, hambaliah, malikiah dan yang lainnya. Dalam tauhid ada golongan akli dan naqli. Dan dicabang ilmu lainnya masih banyak perbedaan yang ada. 
Islam itu sangat menghargai adanya perbedaan. Ini dicontohkan oleh Rasul tercinta kita, Nabi Muhammad SAW, dimana pada sebuah kasus ada seorang baduy yang berjanji tidak akan menggauli istrinya selama satu hiin jika ia bisa menyelesaikan masalahnya. Masalah muncul ketika ia benar-benar bisa menyelesaikan masalah itu, sedangkan ia tak tahu seberapa lama satu hiin itu, yang ia tahu dalam al-qur’an ada kata hiin yang menunjukan waktu. Akhirnya ia bertanya pada para para sahabat dan mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Pada akhirnya ia bertanya pada Rasululloh SAW, dan Rasululloh pun memberikan jawaban bahwa di boleh memilih mana yang ia inginkan setelah mendengarkan argument para sahabat yang ditanya si baduy sebelumnya. 
Para sahabat, tabi’in dan ulama seterusnya pun sangat menghargai perbedaan. Misal imam Syafi’i mengatakan “menurutku pendapatku adalah pendapat yang paling benar tapi bisa mengandung kesalahan, dan pendapat orang lain tidaklah salah dan mungkin mengandung kebenaran”
Pada masa sekarang ini, perbedaan dalam islam sudah kurang dihargai dan cenderung hilang perasaan untuk saling menghargai, khususnya di Indonesia. Misal, sewaktu saya kecil saya selalu di didik oleh guru saya (mohon maaf jika menyebutnya), bahwa PER*** itu islam tidak benar karena tidak qunut pada saat subuh. Atau pada saat saya di pesantren saya selalu mendewakan tentang ilmu yang telah saya pelajari, sehingga seakan-akan hanya yang saya pelajari saja yang benar, yang lain salah. Atau contoh lain banyak para kyai dan ulama yang saling hujat karena mereka mempunyai pengetahuan yang berbeda tentang islam. Banyak juga masyarakat yang sampai ribut gara-gara tahlil dan talqiin. Banyak juga para tetangga yang menjadi jauh gara-gara beda tentang niat dalam sholat. 
Untuk menumbuhkan kembali rasa menghargai perbedaan dalam islam perlu adanya suatu pendidikan terhadap masyarakat dan tokohnya tentang apa itu perbedaan dalam islam dan apa saja yang boleh berbeda dalam islam. 
Hal yang paling utama dalam pendidikan “perbedaan dalam islam” adalah apa yang boleh berbeda dalam islam.  Islam memperbolehkan perbedaan pada hal-hal yang tidak menyangkut dengan keyakinan dasar, yaitu rukun islam dan rukun iman. Juga islam memperbolehkan perbedaan pada apa yang belum ada pada zaman Rasululloh SAW atau Rasululloh memberikan contoh yang berbeda. 
Hal yang kedua, masyarakat harus diajarkan bahwa setiap orang mempunyai tubuh yang berbeda, dan mereka mempunyai kepala yang berbeda. Kepala itu mempunyai otak yang berbeda dan pemikiran yang berbeda dan tidak mungkin bisa disamakan sampai kapanpun. Jika mereka sudah paham akan hal ini saya punya keyakinan besar mereka akan mempunyai perasaan menghargai yang bagus dalam “perbedaan dalam islam”. 
Mungkin hanya ini saja tulisan saya, saya yakin ini banyak kekurangan dan kesalahannya. Anda boleh mengkritik dan mengomentari, asal jangan menghujat, pesan saya hargai perbedaan dalam islam dan karena perbedaan itulah islam akan menjadi sangat indah. Wassalam, 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar